TRENGGALEK – TULUNGAGUNG - KEDIRI ---
Selasa, 17 Februari 2026.
Rombongan pemuda dari Gerakan Pemuda Ansor Ranting Bendoagung bersama Crew Zona 19 menggelar rihlah religi "Ziarah Makam Auliya’ & Ulama’". Kegiatan ini bukan sekedar perjalanan biasa, agenda ini menjadi misi khusus untuk memperkuat soliditas tim dengan "cas ruhaniah" langsung dari para kekasih Allah.
Disinilah perjalanan biasa berubah menjadi pendakian makna. Agenda ini adalah sebuah jeda untuk mengisi ulang cawan hati yang mulai kering. Melalui sowan dan doa bersama para kekasih Allah, kita merajut kembali benang-benang persaudaraan dalam tim, mengubah lelah menjadi lillah, dan menjadikan soliditas kita sebagai kekuatan yang diberkahi."
Berikut adalah Rute Perjalanan napak tilas penuh berkah yang dijalani para pemuda:
Titik Awal: Menghormati Akar Perjuangan
Perjalanan dimulai dari rumah sendiri, yakni Makam Masyayikh PP Nailul Ulum (Bendoagung, Kampak). Di sini, para pemuda bersimpuh memohon restu agar langkah organisasi ke depan tetap berada dalam koridor perjuangan para guru lokal yang telah meletakkan pondasi dakwah di Bendoagung.
Estafet Trenggalek: Mencari Kedalaman Sanad
Rombongan kemudian bergeser ke arah timur menuju Makam KH Muhammad Yunus (Melis, Gandusari), Meneladani kegigihan beliau dalam membimbing umat.
Makam Mbah Mesir (Semarum, Durenan), Ulama legendaris yang menjadi rujukan spiritual di Trenggalek. Keheningan di sini membakar semangat kekompakan kru.
Memasuki Tulungagung: Spirit Pendidikan
Tiba di Makam KH. Raden Abdul Fattah (Mangunsari), rombongan menyerap energi perjuangan beliau dalam dunia pendidikan. Bagi GP Ansor, sosok beliau adalah pengingat bahwa pemuda harus berilmu sekaligus beradab.
Puncak Kediri: Meneladani Sang "Samudera" Spiritual
Rute terakhir adalah jantung spiritual Jawa Timur, Kediri:
Makam KH Hamim Djazuli (Gus Miek), Tambak, Sosok wali jadzab yang merangkul semua kalangan. Spirit Gus Miek menjadi inspirasi bagi GP Ansor dan Crew Zona 19 agar tetap solid meski dalam perbedaan, serta luwes dalam bergaul namun tetap berpegang teguh pada prinsip.
Makam KH Ahmad Djazuli Utsman, Ploso, Pendiri PP Al-Falah ini adalah simbol keteguhan sanad keilmuan. Disini, doa dipanjatkan agar para pemuda Bendoagung memiliki mental sekuat baja dalam menjaga benteng ulama.
Mengapa Ziarah Ini Penting?
Bagi GP Ansor Bendoagung dan Crew Zona 19, perjalanan ini bukan sekadar wisata. Ini adalah cara mereka untuk:
- Recharge Semangat: Melepas penat rutinitas dengan dzikir bersama.
- Soliditas Tanpa Batas: Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi di hadapan makam para wali.
- Arah Ulama: Memastikan bahwa setiap gerak pemuda tidak lepas dari restu dan petunjuk para masyayikh.
"Pemuda yang hebat adalah mereka yang tidak lupa pada siapa yang mendoakannya di masa lalu."
by: Tim Media PAC GP Ansor Kampak








