Selamat Datang di Blog Ansor Kampak Online | Media Informasi dan Publikasi Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kampak Kabupaten Trenggalek | Semoga Bermanfaat dan Membawa Berkah

Senin, 06 April 2026

Pererat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi, PR GP Ansor Senden Gelar Halal bi Halal dan Tasyakuran



SENDEN, TRENGGALEK – Momentum hari kemenangan dirayakan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Senden. Bertempat di Pertigaan Mabes An-Naja Indonesia, Desa Senden, sukses digelar acara Halal bi Halal dan Tasyakuran pada Jum'at, 3 April 2026.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh jajaran Forkopimdes, tokoh agama, serta ratusan kader Nahdlatul Ulama Desa Senden. Kehadiran grup An-Naja Indonesia Profesional Hadroh turut menambah kemeriahan suasana dengan lantunan selawat yang menggugah semangat religiusitas para peserta.

Menegaskan Khidmah dan Loyalitas Organisasi



Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua Terpilih PR GP Ansor Senden, Sahabat Ahmad Budairi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta harapan agar kepengurusan ke depan dapat membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat Desa Senden.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Senden, Kyai Mujtahid, memberikan penguatan mengenai pentingnya kedisiplinan organisasi. Beliau menegaskan bahwa kejayaan sebuah organisasi sangat bergantung pada kepatuhan anggotanya terhadap aturan main yang berlaku.

"Penting bagi kita semua untuk memastikan bahwa organisasi ini berjalan sesuai dengan koridor AD-ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) agar tetap tertib dan terarah dalam mencapai tujuan," tegas Kyai Mujtahid.

Kader Ansor sebagai Pelopor Gerakan



Orasi semangat juga disampaikan oleh Ketua PAC GP Ansor Kampak, Sahabat Muh. Zainul Fuad. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan karakter yang harus melekat pada diri setiap kader muda NU.

"Kader NU, khususnya Ansor, harus siap menjadi pelopor guyub rukun dan pelopor pergerakan. Kita dituntut memiliki sikap tegas, satu komando, siap bergerak, dan senantiasa setia dalam berkhidmah kepada kiai dan bangsa," ujar Sahabat Fuad disambut antusias oleh para kader.

Pesan Kebangsaan dan Spiritualitas



Acara ini juga menjadi ajang sinergi antara ulama dan umaro. Hal ini terlihat dengan hadirnya Kepala Desa Senden, H. Sumarji ST, bersama jajaran 3 Pilar Desa (TNI, Polri, dan Pemerintah Desa), serta seluruh Badan Otonom (Banom) NU Desa Senden.

Sebagai puncak acara, Ustadz Syamsuddin dari Watulimo memberikan ceramah agama mengenai makna filosofis Halal bi Halal. Beliau menekankan bahwa momentum ini merupakan saat yang paling tepat untuk saling menghalalkan dan memaafkan segala khilaf guna membersihkan hati dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai keberhasilan PR GP Ansor Senden dalam mengonsolidasi kekuatan pemuda untuk kemaslahatan umat.




PAC GP. Ansor Kampak

Share:

Selasa, 31 Maret 2026

Hujan Lebat Tak Surutkan Nyali! Edi Purniawan Resmi Nahkodai GP Ansor Ngadimulyo 2026-2028

 Kampak, Trenggalek — Suasana malam di Desa Ngadimulyo mungkin diguyur hujan lebat, tetapi suhu di dalam Markas Ranting Gerakan Pemuda Ansor (Masjid Bani Assro) justru sedang memanas oleh semangat pergerakan!



Tepat pada hari Senin, 30 Maret 2026, Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Ngadimulyo sukses menggelar hajat besar: Musyawarah Anggota. Acara yang berlangsung sejak pukul 20:00 WIB dan baru berakhir pada pukul 00:30 dini hari ini menjadi saksi bisu regenerasi kepemimpinan yang sportif, demokratis, dan penuh persaudaraan.

Siapa saja yang hadir menembus derasnya hujan malam itu? Jajaran Pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Kampak, didampingi langsung oleh Kepala Desa Ngadimulyo, Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah NU Ranting Ngadimulyo, serta para Ketua Badan Otonom (Banom) se-Desa Ngadimulyo. Solid!

Suara dari Mimbar: Sinergi dan Pergerakan!

Sebelum palu sidang diketuk, suasana sudah dibangun lewat pesan-pesan strategis dari para tokoh yang hadir:

  • Kepala Desa Ngadimulyo: Dalam sambutannya, Bpk. Edi Marsan menekankan satu kata kunci: Kerja Sama. Ansor dan Pemerintah Desa harus menjadi dua mesin yang saling menggerakkan untuk kemajuan masyarakat.

  • Ketua Ranting NU Ngadimulyo: Ketua Ranting Bpk. Kyai Mukani Memberikan suntikan semangat berorganisasi yang menohok. Beliau berpesan tegas kepada seluruh anggota untuk menjatuhkan pilihan kepada kader yang mau bergerak, bukan sekadar pandai bicara atau berwacana.




Dinamika Sidang: Ketat, Sportif, dan Penuh Makna

Bagaimana jalannya persidangan? Dipimpin langsung oleh duet maut Sahabat M. Faisal Romadhoni Firdaus dan Sahabat Karyanto, sidang berjalan sangat lancar. Tidak ada ketegangan yang merusak ukhuwah, yang ada justru dialektika penuh makna ala pemuda NU.



Pada tahap pencalonan, dinamika mulai terasa. Muncul tiga nama kader terbaik Ngadimulyo:

  1. Sahabat Aly Murtadho (Petahana)

  2. Sahabat Edi Purniawan

  3. Sahabat Imam Rois

Melalui proses verifikasi dan tata tertib, hanya dua nama yang lolos sebagai Calon Ketua, yakni Sahabat Aly Murtadho dan Sahabat Edi Purniawan.

Hasil Akhir Pemilihan: Setelah melalui proses voting yang sangat menegangkan namun menjunjung tinggi nilai sportivitas, Sahabat Edi Purniawan akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Terpilih masa khidmah 2026-2028. Ia berhasil meraup 17 suara, unggul tipis dengan selisih 3 suara dari Sahabat Aly Murtadho. Bukti bahwa demokrasi di tubuh Ansor Ngadimulyo berjalan sangat sehat!


Puncak Acara: Orasi Membakar Semangat dari Ketua PAC GP Ansor Kampak



Bukan Ansor namanya jika ditutup tanpa gemuruh takbir dan semangat! Menjelang dini hari, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kampak Sahabat Muh. Zainul Fuad mengambil alih forum. Mengacu pada tema besar Musyawarah Anggota, beliau menggetarkan ruangan dengan orasi penutup yang akan terus terngiang di telinga kader Ngadimulyo:

  • Menentukan Sikap: "Di tengah gejolak dan huru-hara NU, mulai dari pusat PBNU sampai PP GP Ansor, sikap kita di Ranting harus tegas dan yakin! Jangan goyah dalam ber-NU, ber-Ansor, dan ber-Banser!"

  • Menyatukan Tekad: "Siapapun yang hari ini terpilih menjadi pemimpin, wajib kita dukung penuh! Buang ego pribadi masing-masing. Hari ini kita bertanding, detik ini juga kita kembali bersanding!"

  • Siap Bergerak: "Ojo mek kakean wacana, umprus thok! (Jangan cuma banyak wacana, omong kosong saja!). Ayo buktikan di lapangan bahwa Ansor Ngadimulyo itu ADA dan KOMPAK nyata!"

  • Setia dalam Berkhidmah: "Kader sejati adalah kader yang nafasnya adalah pengabdian. Jangan lupa, setia dalam berkhidmah! Pantang mundur, dan jangan pernah sekali-kali menjadi pengkhianat organisasi!"

Musyawarah ditutup dengan doa dan tekad baru. Hujan di luar Masjid Bani Assro mungkin belum reda, tetapi di dalam dada para kader, matahari pergerakan baru saja terbit.

Selamat bertugas, Sahabat Edi Purniawan! Bawa Ansor Ngadimulyo terbang lebih tinggi!

Ansor Media

Share:

Senin, 30 Maret 2026

Satkoryon Banser Kampak Gelar Halal bi Halal dan Perkuat Moderasi Beragama di Bendoagung


KAMPAK- TRENGGALEK – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca-Idul Fitri sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan, Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kampak sukses menyelenggarakan acara Halal bi Halal dan Penguatan Moderasi Beragama.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan keakraban ini dilaksanakan pada hari Ahad, 29 Maret 2026, bertempat di kediaman Sahabat Alek Sukarul Amin yang berlokasi di Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak.


Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu secara apik oleh Sahabat Yaidi, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib. Setelah itu, suasana seketika menjadi syahdu saat Sahabat Basirun memimpin sesi doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran untuk acara tersebut serta keselamatan bagi seluruh anggota Banser yang hadir.

Sebagai tuan rumah, Sahabat Alek Sukarul Amin kemudian menyampaikan sambutan hangatnya. Beliau mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para sahabat Banser di kediamannya, serta berharap momentum ini dapat menjadi jembatan silaturahmi yang membawa berkah.

Amanah Ketua dan Pentingnya Moderasi Beragama



Puncak acara yang menjadi pusat perhatian para peserta adalah arahan strategis dan penyampaian materi dari Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kampak, Sahabat Muhammad Zainul Fuad.

Dalam kesempatan emas ini, Sahabat Fuad membawakan tema yang sangat relevan dan mendalam, yakni "Amanah Ketua dalam Bingkai Khidmah Berorganisasi dan Penguatan Moderasi Beragama". Beliau menekankan pentingnya totalitas dan keikhlasan dalam berkhidmah (mengabdi) di wadah GP Ansor maupun Banser. Selain itu, beliau memberikan instruksi tegas bahwa setiap kader Banser harus menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah kemajemukan masyarakat.

Rangkaian acara yang penuh makna ini akhirnya ditutup dengan untaian doa penutup yang dipimpin oleh Sahabat Agus M. Rouful Ibad.



Melalui kegiatan ini, diharapkan soliditas persaudaraan (ukhuwah) di tubuh Satkoryon Banser Kampak semakin kokoh, dan semangat untuk terus menjaga tradisi serta nilai-nilai moderasi beragama dapat terus menyala di setiap langkah pengabdian mereka.

Tim Media PAC GP Ansor Kampak...
Share:

Rabu, 18 Februari 2026

WISATA ROHANI: Menjemput Berkah, Mempererat Ukhuwah!

 TRENGGALEK – TULUNGAGUNG - KEDIRI ---

Selasa, 17 Februari 2026. 

Rombongan pemuda dari Gerakan Pemuda Ansor Ranting Bendoagung bersama Crew Zona 19 menggelar rihlah religi "Ziarah Makam Auliya’ & Ulama’". Kegiatan ini bukan sekedar perjalanan biasa, agenda ini menjadi misi khusus untuk memperkuat soliditas tim dengan "cas ruhaniah" langsung dari para kekasih Allah.

Disinilah perjalanan biasa berubah menjadi pendakian makna. Agenda ini adalah sebuah jeda untuk mengisi ulang cawan hati yang mulai kering. Melalui sowan dan doa bersama para kekasih Allah, kita merajut kembali benang-benang persaudaraan dalam tim, mengubah lelah menjadi lillah, dan menjadikan soliditas kita sebagai kekuatan yang diberkahi."

Berikut adalah Rute Perjalanan napak tilas penuh berkah yang dijalani para pemuda:
Titik Awal: Menghormati Akar Perjuangan
Perjalanan dimulai dari rumah sendiri, yakni Makam Masyayikh PP Nailul Ulum (Bendoagung, Kampak). Di sini, para pemuda bersimpuh memohon restu agar langkah organisasi ke depan tetap berada dalam koridor perjuangan para guru lokal yang telah meletakkan pondasi dakwah di Bendoagung.


Estafet Trenggalek: Mencari Kedalaman Sanad
Rombongan kemudian bergeser ke arah timur menuju Makam KH Muhammad Yunus (Melis, Gandusari), Meneladani kegigihan beliau dalam membimbing umat.
Makam Mbah Mesir (Semarum, Durenan), Ulama legendaris yang menjadi rujukan spiritual di Trenggalek. Keheningan di sini membakar semangat kekompakan kru.




Memasuki Tulungagung: Spirit Pendidikan
Tiba di Makam KH. Raden Abdul Fattah (Mangunsari), rombongan menyerap energi perjuangan beliau dalam dunia pendidikan. Bagi GP Ansor, sosok beliau adalah pengingat bahwa pemuda harus berilmu sekaligus beradab.

Puncak Kediri: Meneladani Sang "Samudera" Spiritual
Rute terakhir adalah jantung spiritual Jawa Timur, Kediri:
Makam KH Hamim Djazuli (Gus Miek), Tambak, Sosok wali jadzab yang merangkul semua kalangan. Spirit Gus Miek menjadi inspirasi bagi GP Ansor dan Crew Zona 19 agar tetap solid meski dalam perbedaan, serta luwes dalam bergaul namun tetap berpegang teguh pada prinsip.

Makam KH Ahmad Djazuli Utsman, Ploso, Pendiri PP Al-Falah ini adalah simbol keteguhan sanad keilmuan. Disini, doa dipanjatkan agar para pemuda Bendoagung memiliki mental sekuat baja dalam menjaga benteng ulama.


Mengapa Ziarah Ini Penting?
Bagi GP Ansor Bendoagung dan Crew Zona 19, perjalanan ini bukan sekadar wisata. Ini adalah cara mereka untuk:

  • Recharge Semangat: Melepas penat rutinitas dengan dzikir bersama.
  • Soliditas Tanpa Batas: Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi di hadapan makam para wali.
  • Arah Ulama: Memastikan bahwa setiap gerak pemuda tidak lepas dari restu dan petunjuk para masyayikh.
"Pemuda yang hebat adalah mereka yang tidak lupa pada siapa yang mendoakannya di masa lalu."

by: Tim Media PAC GP Ansor Kampak
Share:

Senin, 16 Februari 2026

Ansor Bendoagung Solid! Sahabat Rouful Ibad Kembali Terpilih dalam Musyawarah Anggota 2026

BENDOAGUNG, KAMPAK Ahad, 15 Februari 2026, menjadi momentum bersejarah bagi Gerakan Pemuda Ansor Ranting Bendoagung. Bertempat di Gedung BLKK Nailul Ulum, puluhan kader Ansor dan Banser berkumpul dalam gelaran Musyawarah Anggota yang berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kekeluargaan.


Dimulai tepat pukul 20:30 WIB, acara ini bukan hanya soal regenerasi, tapi soal memperkuat barisan di bawah komando Anak Cabang Kampak.
Ketua PAC Ansor Kampak, Sahabat Muhammad Zainul Fuad, memberikan orasi yang membakar semangat. Beliau menekankan bahwa Ansor tidak boleh bergerak sendiri.
"Sinergi itu harga mati. Peran Ansor harus dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai garda terdepan benteng ulama dan bangsa," tegasnya.
Gayung bersambut, Kepala Desa Bendoagung, Bapak Wahyu Widodo, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan lampu hijau bagi para pemuda. Beliau menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk menyelaraskan program kerja.
"Kami siap membantu kegiatan Ansor. Sinergi ini penting agar pembangunan di Bendoagung tidak hanya fisik, tapi juga mental pemudanya," ujar Kades Wahyu.
Di bawah kendali pimpinan sidang Yoga Riski Salam dan M. Faisal Romadhoni Firdaus, dinamika musyawarah berjalan sangat lancar. Meski diskusi sempat menghangat, semangat persaudaraan tetap menjadi yang utama.
Setelah melalui proses penjaringan dan tahap pencalonan yang cukup menarik perhatian peserta, hasil akhir memutuskan: Sahabat Muhammad Rouful Ibad secara resmi kembali terpilih sebagai Ketua Ranting Ansor Bendoagung.
Dalam sambutan kemenangannya yang penuh haru, Ibad tak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang tetap solid.
"Terima kasih atas kepercayaannya. Saya juga memohon maaf jika di periode sebelumnya masih banyak kekurangan. Mari kita perbaiki bersama-sama di periode ini," ungkap Ibad dengan rendah hati.
Kegiatan pun berakhir tepat pukul 23:00 WIB dengan suasana penuh keakraban. Dengan terpilihnya kembali Ibad, tugas besar sudah menanti di depan mata untuk membawa Ansor Bendoagung lebih progresif !

by: team media
Share:

Kamis, 12 Februari 2026

Setiap Kalian adalah Pemimpin: Antara Pencitraan dan Pertanggungjawaban


Rasulullah ﷺ bersabda, “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi”Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Hadis ini bukan sekadar pesan moral, melainkan peringatan tegas bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang amanah.

Dalam realitas hari ini, kita sering menjumpai sosok yang tampil sebagai pemimpin—dikenal luas, dihormati, bahkan dielu-elukan sebagai public figure. Namun dalam praktiknya, ia hanya menjadi simbol. Ia hadir dalam foto, berdiri di panggung, memberikan sambutan, tetapi roda organisasi atau gerakan digerakkan oleh orang lain di belakang layar. Lalu di mana letak tanggung jawabnya?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Wajah, Tapi Arah

Menjadi pemimpin bukan hanya menjadi wajah organisasi, tetapi menjadi penentu arah, pengambil keputusan, dan penanggung jawab utama atas segala kebijakan. Jika seorang pemimpin hanya menjadi figur simbolik sementara keputusan dan gerakan sepenuhnya dikendalikan pihak lain, maka sesungguhnya ia telah melepaskan sebagian amanahnya.

Dalam Islam, tanggung jawab tidak hilang hanya karena peran itu “diwakilkan.” Justru semakin tinggi posisi, semakin berat hisabnya. Seorang pemimpin yang membiarkan kebijakan diatur tanpa pengawasan, tanpa kontrol, bahkan tanpa keberanian bersikap, tetap akan dimintai pertanggungjawaban atas dampak yang terjadi.

Risiko dan Madharatnya

  1. Hilangnya Integritas Kepemimpinan
    Ketika pemimpin hanya menjadi simbol, wibawa akan terkikis. Anggota akan kehilangan kepercayaan karena tahu bahwa keputusan tidak lahir dari kepemimpinan yang nyata.

  2. Manipulasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan
    Jika yang menggerakkan adalah pihak lain tanpa kontrol yang kuat, sangat mungkin terjadi kepentingan pribadi, konflik internal, atau kebijakan yang menyimpang dari nilai dasar organisasi.

  3. Tanggung Jawab Moral dan Spiritual
    Secara duniawi mungkin ia bisa berdalih, “Itu bukan saya yang menjalankan.” Namun di hadapan Allah, amanah kepemimpinan tetap melekat. Kelalaian, pembiaran, atau ketidakpedulian termasuk bentuk pengkhianatan terhadap amanah.

  4. Kerusakan Sistem dan Regenerasi
    Kepemimpinan yang lemah akan melahirkan budaya organisasi yang tidak sehat: bawahan tidak terarah, keputusan tidak tegas, dan regenerasi berjalan tanpa visi.

  5. Fitnah dan Perpecahan
    Ketika publik melihat ketidaksesuaian antara figur dan realitas, muncul prasangka, bisik-bisik, bahkan konflik internal. Organisasi bisa terbelah karena kepemimpinan yang tidak utuh.

Antara Delegasi dan Lepas Tanggung Jawab

Perlu dibedakan antara mendelegasikan tugas dan melepaskan tanggung jawab. Delegasi adalah bagian dari manajemen yang sehat—pemimpin mempercayakan tugas namun tetap mengawasi dan bertanggung jawab atas hasilnya. Sedangkan lepas tangan adalah bentuk kelalaian.

Pemimpin sejati bukan yang mengerjakan semuanya sendiri, tetapi yang memastikan semuanya berjalan sesuai visi, nilai, dan aturan yang benar. Ia hadir bukan hanya di depan kamera, tetapi juga di balik keputusan penting. Ia berani bertanggung jawab, bukan sekadar menikmati penghormatan.

Refleksi Akhir

Menjadi pemimpin berarti siap ditanya:
Mengapa kebijakan itu diambil?
Mengapa ketidakadilan terjadi?
Mengapa amanah tidak dijaga?

Kepemimpinan bukan panggung pencitraan. Ia adalah ladang pengabdian sekaligus medan ujian. Jika seorang pemimpin hanya puas menjadi public figure tanpa kendali dan tanggung jawab nyata, maka ia sedang menabung risiko besar—bukan hanya kehilangan kepercayaan manusia, tetapi juga mempertaruhkan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Karena sejatinya, jabatan adalah titipan. Dan setiap titipan akan diminta kembali, lengkap dengan laporan pertanggungjawabannya. (My)

Share:


Pengabdian adalah jalan panjang tanpa pamrih, di mana langkah kaki bukan semata-mata demi pujian, melainkan demi tegaknya nilai kebaikan dan terjaganya warisan perjuangan.


Di Gerakan Pemuda Ansor, setiap Keringat adalah Saksi, setiap Lelah adalah Amal, dan setiap Ikhtiar adalah Bukti Cinta kepada Agama, Bangsa, dan Tanah Air.


Jangan hitung apa yang telah diberikan, tapi hitunglah berapa banyak yang masih bisa diperjuangkan. Karena di medan dakwah dan pengabdian, hanya mereka yang berhati ikhlas dan berjiwa baja yang mampu bertahan.

Terjemahkan

Sahabat Kita