Kampak, Trenggalek — Suasana malam di Desa Ngadimulyo mungkin diguyur hujan lebat, tetapi suhu di dalam Markas Ranting Gerakan Pemuda Ansor (Masjid Bani Assro) justru sedang memanas oleh semangat pergerakan!
Tepat pada hari Senin, 30 Maret 2026, Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Ngadimulyo sukses menggelar hajat besar: Musyawarah Anggota. Acara yang berlangsung sejak pukul 20:00 WIB dan baru berakhir pada pukul 00:30 dini hari ini menjadi saksi bisu regenerasi kepemimpinan yang sportif, demokratis, dan penuh persaudaraan.
Siapa saja yang hadir menembus derasnya hujan malam itu? Jajaran Pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Kampak, didampingi langsung oleh Kepala Desa Ngadimulyo, Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah NU Ranting Ngadimulyo, serta para Ketua Badan Otonom (Banom) se-Desa Ngadimulyo. Solid!
Suara dari Mimbar: Sinergi dan Pergerakan!
Sebelum palu sidang diketuk, suasana sudah dibangun lewat pesan-pesan strategis dari para tokoh yang hadir:
Kepala Desa Ngadimulyo: Dalam sambutannya, Bpk. Edi Marsan menekankan satu kata kunci: Kerja Sama. Ansor dan Pemerintah Desa harus menjadi dua mesin yang saling menggerakkan untuk kemajuan masyarakat.
Ketua Ranting NU Ngadimulyo: Ketua Ranting Bpk. Kyai Mukani Memberikan suntikan semangat berorganisasi yang menohok. Beliau berpesan tegas kepada seluruh anggota untuk menjatuhkan pilihan kepada kader yang mau bergerak, bukan sekadar pandai bicara atau berwacana.
Dinamika Sidang: Ketat, Sportif, dan Penuh Makna
Bagaimana jalannya persidangan? Dipimpin langsung oleh duet maut Sahabat M. Faisal Romadhoni Firdaus dan Sahabat Karyanto, sidang berjalan sangat lancar. Tidak ada ketegangan yang merusak ukhuwah, yang ada justru dialektika penuh makna ala pemuda NU.
Pada tahap pencalonan, dinamika mulai terasa. Muncul tiga nama kader terbaik Ngadimulyo:
Sahabat Aly Murtadho (Petahana)
Sahabat Edi Purniawan
Sahabat Imam Rois
Melalui proses verifikasi dan tata tertib, hanya dua nama yang lolos sebagai Calon Ketua, yakni Sahabat Aly Murtadho dan Sahabat Edi Purniawan.
Hasil Akhir Pemilihan: Setelah melalui proses voting yang sangat menegangkan namun menjunjung tinggi nilai sportivitas, Sahabat Edi Purniawan akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Terpilih masa khidmah 2026-2028. Ia berhasil meraup 17 suara, unggul tipis dengan selisih 3 suara dari Sahabat Aly Murtadho. Bukti bahwa demokrasi di tubuh Ansor Ngadimulyo berjalan sangat sehat!
Puncak Acara: Orasi Membakar Semangat dari Ketua PAC GP Ansor Kampak
Bukan Ansor namanya jika ditutup tanpa gemuruh takbir dan semangat! Menjelang dini hari, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kampak Sahabat Muh. Zainul Fuad mengambil alih forum. Mengacu pada tema besar Musyawarah Anggota, beliau menggetarkan ruangan dengan orasi penutup yang akan terus terngiang di telinga kader Ngadimulyo:
Menentukan Sikap: "Di tengah gejolak dan huru-hara NU, mulai dari pusat PBNU sampai PP GP Ansor, sikap kita di Ranting harus tegas dan yakin! Jangan goyah dalam ber-NU, ber-Ansor, dan ber-Banser!"
Menyatukan Tekad: "Siapapun yang hari ini terpilih menjadi pemimpin, wajib kita dukung penuh! Buang ego pribadi masing-masing. Hari ini kita bertanding, detik ini juga kita kembali bersanding!"
Siap Bergerak: "Ojo mek kakean wacana, umprus thok! (Jangan cuma banyak wacana, omong kosong saja!). Ayo buktikan di lapangan bahwa Ansor Ngadimulyo itu ADA dan KOMPAK nyata!"
Setia dalam Berkhidmah: "Kader sejati adalah kader yang nafasnya adalah pengabdian. Jangan lupa, setia dalam berkhidmah! Pantang mundur, dan jangan pernah sekali-kali menjadi pengkhianat organisasi!"
Musyawarah ditutup dengan doa dan tekad baru. Hujan di luar Masjid Bani Assro mungkin belum reda, tetapi di dalam dada para kader, matahari pergerakan baru saja terbit.
Selamat bertugas, Sahabat Edi Purniawan! Bawa Ansor Ngadimulyo terbang lebih tinggi!
Ansor Media







.jpeg)

