Selamat Datang di Blog Ansor Kampak Online | Media Informasi dan Publikasi Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kampak Kabupaten Trenggalek | Semoga Bermanfaat dan Membawa Berkah

Rabu, 04 Februari 2026

Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Kampak Teguhkan Semangat Menuntut Ilmu


Kampak, TrenggalekMajelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kampak kembali digelar secara khidmat pada Selasa malam, 3 Februari 2026, bertempat di Mushola Al-Musthofa Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, mulai ba’da Isya’.

Kegiatan rutinan tersebut dihadiri oleh segenap Pengurus PAC GP Ansor Kampak, Ketua NU Ranting Bogoran Kyai Nurhadi, para Ketua GP Ansor Ranting se-Kecamatan Kampak, Jajaran Satkoryon Banser Kampak, Pengurus Ranting GP Ansor Bogoran, serta jamaah Mushola Al-Musthofa yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor diawali dengan sambutan Ketua PAC GP Ansor Kampak, Sahabat Muh. Zainul Fuad. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas keistiqomahan jamaah dalam mengikuti rutinan MDS Rijalul Ansor.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh jamaah yang terus istiqomah hadir dan menjaga majelis ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi wasilah keberkahan, kekuatan iman, dan penguat semangat berkhidmah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat keterbatasan sarana dan fasilitas.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan, baik dari sisi fasilitas maupun teknis pelaksanaan. Mohon dimaklumi dan semoga ke depan dapat kita perbaiki bersama,” imbuhnya.


Memasuki acara inti, kajian Kitab Nashoihul Ibad disampaikan oleh Sahabat Agus Muh. Rouful Ibad dengan tema “Keutamaan Ilmu dan Orang Berilmu”. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa ilmu merupakan cahaya yang akan menuntun manusia dalam setiap langkah kehidupan, baik dalam urusan ibadah, sosial, maupun perjuangan organisasi.

Ia menjelaskan bahwa orang berilmu memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT, bahkan derajatnya diangkat dibandingkan orang yang beribadah tanpa dasar ilmu. Ilmu, menurutnya, menjadi pondasi utama agar amal dan perjuangan tidak salah arah.

“Ilmu adalah imamnya amal. Tanpa ilmu, ibadah bisa keliru, dan perjuangan bisa melenceng. Karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat,” terang pemateri.

Kajian berlangsung interaktif, terlihat dari banyaknya jamaah yang mengajukan pertanyaan seputar implementasi ilmu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berorganisasi dan bermasyarakat. Seluruh pertanyaan dijawab secara lugas dan tuntas oleh pemateri, sehingga menambah pemahaman jamaah.

Sebagai penutup, kegiatan MDS Rijalul Ansor PAC Kampak ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Sahabat Agus Muh. Habibi, selaku Ketua MDSRA PAC GP Ansor Kampak, dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan, keteguhan iman, serta semangat menuntut ilmu dan berkhidmah di jalan Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MDS Rijalul Ansor tidak hanya menjadi wadah spiritual, tetapi juga ruang penguatan intelektual dan moral kader Ansor serta masyarakat sekitar. (My)

Share:


Pengabdian adalah jalan panjang tanpa pamrih, di mana langkah kaki bukan semata-mata demi pujian, melainkan demi tegaknya nilai kebaikan dan terjaganya warisan perjuangan.


Di Gerakan Pemuda Ansor, setiap Keringat adalah Saksi, setiap Lelah adalah Amal, dan setiap Ikhtiar adalah Bukti Cinta kepada Agama, Bangsa, dan Tanah Air.


Jangan hitung apa yang telah diberikan, tapi hitunglah berapa banyak yang masih bisa diperjuangkan. Karena di medan dakwah dan pengabdian, hanya mereka yang berhati ikhlas dan berjiwa baja yang mampu bertahan.

Terjemahkan

Sahabat Kita