Selamat Datang di Blog Ansor Kampak Online | Media Informasi dan Publikasi Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kampak Kabupaten Trenggalek | Semoga Bermanfaat dan Membawa Berkah

Senin, 26 Januari 2026

Ngopi Bareng dan Jagong Bayi, Banser Watulimo–Kampak Semai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahim


Kampak, 26 Januari 2026
Kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan ngopi bareng antara jajaran Satkoryon Banser Watulimo bersama Satkoryon Banser dan PAC GP Ansor Kampak yang digelar di kediaman Sahabat Muh. Zainul Fuad, Ketua PAC GP Ansor Kampak, di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Senin (26/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempererat ukhuwah dan silaturahim antar kader sekaligus sebagai momentum “jagong bayi” atas kelahiran putra kedua Sahabat Fuad yang lahir beberapa minggu lalu. Tradisi jagong bayi menjadi wujud kearifan lokal yang sarat nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Acara berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Para sahabat duduk bersama, berbincang santai sambil menikmati kopi, sekaligus bertukar cerita tentang dinamika organisasi, penguatan kaderisasi, serta pentingnya menjaga kekompakan antar wilayah.


Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pengurus PAC GP Ansor Kampak dan Satkoryon Banser Kampak. Dari Watulimo turut hadir Sahabat Murdiyanto (Purna Ketua PAC yang sekaligus Wakil Ketua PC GP Ansor Trenggalek), Sahabat Murjianto (Wakil Komandan Satkorcab Banser Trenggalek), Sahabat Nurhadi (Wakil Ketua PAC GP Ansor Watulimo), Sahabat Khusnul Mutholib (Sekretaris PAC GP Ansor Watulimo), serta beberapa pengurus lainnya dengan jumlah sekitar 10 orang.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Sahabat Muh. Zainul Fuad menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para sahabat dari Watulimo serta jajaran Kampak yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahim sekaligus mendoakan keluarganya.

“Kehadiran para sahabat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga silaturahim seperti ini terus terjaga, karena dari sinilah kekuatan organisasi itu tumbuh, dari kebersamaan dan rasa saling memiliki,” ungkapnya.

Sementara itu, Sahabat Murdiyanto menegaskan bahwa pertemuan informal seperti ini justru memiliki nilai strategis dalam memperkuat soliditas kader.

“Ngopi bareng seperti ini bukan sekadar duduk santai, tetapi ruang mempererat batin antar kader. Inilah modal sosial yang sangat penting untuk menjaga semangat pengabdian dan perjuangan di Ansor dan Banser,” ujarnya.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan keluarga tuan rumah serta harapan agar organisasi GP Ansor dan Banser di wilayah Kampak dan Watulimo semakin solid, kompak, dan istiqamah dalam pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.


------
Oleh : Tim Media Ansor Kampak
Share:


Pengabdian adalah jalan panjang tanpa pamrih, di mana langkah kaki bukan semata-mata demi pujian, melainkan demi tegaknya nilai kebaikan dan terjaganya warisan perjuangan.


Di Gerakan Pemuda Ansor, setiap Keringat adalah Saksi, setiap Lelah adalah Amal, dan setiap Ikhtiar adalah Bukti Cinta kepada Agama, Bangsa, dan Tanah Air.


Jangan hitung apa yang telah diberikan, tapi hitunglah berapa banyak yang masih bisa diperjuangkan. Karena di medan dakwah dan pengabdian, hanya mereka yang berhati ikhlas dan berjiwa baja yang mampu bertahan.

Terjemahkan

Sahabat Kita